Ilmu pengetahuan mengenai katuranggan ayam merupakan pengetahuan tentang ayam yang sebenarnya sudah ada dalam kitab kuno yang bernama "kitab betal jemur" peninggalan nenek moyang pada zaman dahulu kala. di dalam kitab ini berisi tentang penjelasan katuranggan yang tidak lain adalah hubungan antara bentuk fisik dan kemampuan batiniah yang digunakan untuk mengetahui kualitas ayam bangkok aduan dengan melihat penampakan fisiknya. seperti bentuk fisik pada sisik kaki, warna kaki, warna bulu atau ules atau bisa juga dengan corak lain yang merupakan bagian dari suatu keistimewaan yang dimiliki oleh ayam bangkok aduan.
Di daerah indonesia sendiri ( khususnya di daerah jawa ) masih banyak yang menganut dan mempercayai katuranggan untuk memperkirakan seberapa bagus dan tangguhnya suatu ayam bangkok yang katuranggan agar dapat memenangkan pertarungan. ciri-ciri fisik ayam bangkok aduan yang ditunjang dengan istilah katuranggan seperti tanjung kinarang, suro dukun, kinantan putih, dan sebagainya dianggap sebagai sesuatu hal yang dapat menunjukkan suatu sifat atau karakter pada ayam itu sendiri. dan bisa jadi ciri-ciri tersebut juga merupakan pertanda adanya daya magis yang kuat sehingga masih banyak yang menganut ilmu ini sebagai tolak ukur dalam memilah-milah ayam.
Katuranggan yang ada pada ayam bangkok aduan memang belum tentu dapat dipastikan 100% kebenarannya. akan tetapi, walaupun keberadaan katuranggan seperti tabu ternyata ayam bangkok di negara asalnya sana yaitu thailand juga menggunakan istilah yang sama untuk mereka-reka ayam. Bukti dari keberadaan katuranggan di thailand tersebut bisa dilihat dengan menyaksikan gambar diatas yang dikutip dari panyakorn.com yang mengekspose seorang penghobies yang mencoba membahas ayam bangkok thailand yang katuranggan melalui pemahaman ciri fisik ayam dengan ditandai adanya ciri-ciri fisik yang katuranggan yang ada pada ayam aduan dan dapat tak jarang bisa memiliki sifat yang bisa dikira-kira sesuai dengan ciri-ciri yang ada tersebut.
Showing posts with label Jenis Ayam Aduan. Show all posts
Showing posts with label Jenis Ayam Aduan. Show all posts
Friday, May 30, 2014
Jengger Sebagai Tanda Keberanian Ayam Aduan
Mental ayam aduan yang bagus, tangguh seperti baja, tak kenal menyerah, tahan banting, berani sampai mati, pantang mundur tentu saja menjadi acuan bagi para penghobi dan pecinta ayam aduan. Ayam untuk aduan seperti ayam bangkok, ayam birma, ayam saigon, ayam pama atau pakhoi dan lain sebagainya merupakan hobi tersendiri bagi para pecinta ayam aduan baik untuk sekedar pajangan atau pun untuk adu kekuatan ayam. Lain dari pada itu, hobi ayam aduan juga dapat menghasilkan tambahan finansial yang menggiurkan seiring terlihat dari banyaknya penggemar ayam aduan.
Jengger ayam aduan misalnya saja ayam birma dibandingkan dengan ayam saigon ada yang berbentuk lebar, halus, kasar, bentuk bunga (mawar), nyumber dan lain sebagainya. dari bentuk-bentuk yang ada, bentuk jengger yang blangkon ( seperti topi jawa : red ) dipercaya memiliki mental yang cukup bagus. bentuk jengger blangkon ini sendiri memiliki ujung jengger yang bagian belakangnya lebih panjang dari yang menempel di kepala, namun sampai ujung masih kelihatan seolah-olah menempel di kepala. tidak hanya itu, jengger blangkon yang dinilai memiliki mental yang bagus juga harus lentur, dan tidak kaku meskipun bentuk jenggernya besar. motifnya bisa rata atau berbentuk bunga tidak masalah, hanya saja jika rata besar terkadang sulit dipatuk lawan sementara jengger yang kecil atau berbentuk bunga lebih mudah diambil lawan. ayam aduan yang memiliki jengger blangkon memiliki sifat tidak mudah menyerah, meskipun sudah terluka parah. bahkan, meskipun sudah tidak berdaya masih diam tidak mau menyerah. tentu saja ayam yang demikian sangat bagus jika diimbangi dengan tehnik dan pukulan yang istimewa.
Jengger lentur dan halus diyakini memiliki keberanian yang luar biasa, selain itu juga tidak mudah terluka baik akibat patukan, pukulan, maupun jalu. kalaupun berdarah, jengger yang lentur biasanya lebih cepat sembuh dibanding dengan jengger yang keras. jadi, jika hendak memilih ayam aduan, usahakanlah memilih jengger ayam aduan jenis ini. Berbeda dengan jengger yang bagian belakang yang langsung tegak lurus dengan bagian jengger yang menempel di kepala, biasanya mentalnya sangat jelek. tentu saja hal ini sangat mengkhawatirkan saat ayam aduan diturunkan dalam arena aduan. demikian, semoga bermanfaat.
Sunday, May 18, 2014
Jenis Babon Unggul dan Cetak
Dalam perindukan ayam, dikenal dua jenis babon istimewa yaitu babon unggul dan babon cetak.
Babon unggul adalah babon pilihan, memiliki silsilah perindukan yang baik, struktur tulang yang bagus, bentuk badan ideal (seperti botol) dan menunjukkan teknik bertarung yang baik. Babon ini juga harus memiliki sifat dominan pada keturunan, sehingga anak-anak yang dihasikan cenderung akan mewarisi kelebihan induknya.
Bahkan ketika dikawinkan dengan jago yang kurang baguspun, anak yang dihasilkan akan cenderung ikut induk dan lebih bagus dari bapaknya.
Babon unggul biasanya berasal dari galur murni.
Babon cetak adalah babon yang punya kecenderungan resesif dalam keturunan. Anak yang dihasilkan akan cenderung mirip atau fotocopy dengan bapaknya. Seekor babon cetak yang baik, harus menghasilkan anak yang jelek ketika jagonya jelek, Sebaliknya harus menghasilkan anak bagus ketika jagonya bagus.
Jika babon cetak dikawinkan dengan jago jelek dan anaknya bagus, maka ia gugur dalam kriteria babon cetak dan harganya turun.
Babon cetak bisa cetak fisik, cetak teknik, atau cetak semuanya. Untuk uji cetak fisik, adalah dengan mengawinkan berbeda bulu atau bentuk jengger yang beda. Seekor babon cetak berwarna hitam harus menghasilkan anak berwarna putih ketika jagonya putih, Jika dikawinkan dengan ayam katai atau ayam lain yang berpostur kecil, maka anaknyapun harus kecil-kecil.
Untuk uji cetak teknik, harus dikawinkan dengan jago berteknik jelek, lalu dengan jago berteknik bagus. Seekor babon yang cetak sempurna, harganya bisa amat mahal dan tidak realistis.
Babon cetak bisa berasal dari galur murni (BK) maupun campuran (F1 maupun F2) atau turunan yang sudah jauh.
Babon unggul adalah babon pilihan, memiliki silsilah perindukan yang baik, struktur tulang yang bagus, bentuk badan ideal (seperti botol) dan menunjukkan teknik bertarung yang baik. Babon ini juga harus memiliki sifat dominan pada keturunan, sehingga anak-anak yang dihasikan cenderung akan mewarisi kelebihan induknya.
Bahkan ketika dikawinkan dengan jago yang kurang baguspun, anak yang dihasilkan akan cenderung ikut induk dan lebih bagus dari bapaknya.
Babon unggul biasanya berasal dari galur murni.
Babon cetak adalah babon yang punya kecenderungan resesif dalam keturunan. Anak yang dihasilkan akan cenderung mirip atau fotocopy dengan bapaknya. Seekor babon cetak yang baik, harus menghasilkan anak yang jelek ketika jagonya jelek, Sebaliknya harus menghasilkan anak bagus ketika jagonya bagus.
Jika babon cetak dikawinkan dengan jago jelek dan anaknya bagus, maka ia gugur dalam kriteria babon cetak dan harganya turun.
Babon cetak bisa cetak fisik, cetak teknik, atau cetak semuanya. Untuk uji cetak fisik, adalah dengan mengawinkan berbeda bulu atau bentuk jengger yang beda. Seekor babon cetak berwarna hitam harus menghasilkan anak berwarna putih ketika jagonya putih, Jika dikawinkan dengan ayam katai atau ayam lain yang berpostur kecil, maka anaknyapun harus kecil-kecil.
Untuk uji cetak teknik, harus dikawinkan dengan jago berteknik jelek, lalu dengan jago berteknik bagus. Seekor babon yang cetak sempurna, harganya bisa amat mahal dan tidak realistis.
Babon cetak bisa berasal dari galur murni (BK) maupun campuran (F1 maupun F2) atau turunan yang sudah jauh.
Macam Teknik Bertarung

Dalam seni pertarungan ayam atau dikenal adu ayam banyak jenis teknik (solah) dimiliki oleh ayam, ayam mungkin memiliki satu atau dua teknik dalam dirinya namun sangat tidak mungkin memiliki semua teknik dalam diri si ayam. Dan keunikan teknik ayam ini adalah ibarat diatas langit masih ada langit artinya tidak ada jagoan ayam yang akan selalu unggul dalam setiap pertarungan hanya kitalah yang pintar-pintar memilihkan lawan tanding untuk ayam kita tersebut, misalnya tekik satu menang dari tekik dua dan teknik dua menang dari teknik tiga namun bisa jadi teknik tiga bisa menang dari teknik satu.
OK langsung saja….
Berikut beberapa teknik tarung ayam dan barangkali salah satu teknik berikut dimiliki oleh ayam aduan anda:
1. Teknik Pukulan Satu/pukul adep
Ayam bangkok yang memiliki jurus ini fisiknya terkenal kuat, dadanya tegap,leher agak pendek serta pundak dan lehernya tidak beruas. Di arena adu ayam, ayam ini sering disebut berian atau di Thailand disebut mai li. Para petaruh jarang yang menjagokan ayam jenis ini, karena pukulan yang dikeluarkan hanya satu persatu. Namun, ketika pukulan tersebut tepat mengenai lawannya, dapat dipastikan lawan tersebut akan kaget dan terpojok. Teknik pukulan yang biasa dipakai adalah pukul depan dan pukul serong.
2. Teknik Pukulan Ser i, pukul ganda atau bertubi
Gaya bertarung pukulan seri ditandai oleh banyaknya pukulan yang terlontar dengan cepat tetapi terkadang kurang akurat. Jika ayam tersebut berasal dari induk yang pernah menjadi jagoan kalangan, pukulannya sangat akurat sehingga tidak akan lama menghabisi lawan-lawannya.
Ayam bangkok dengan gaya bertarung seperti ini biasanya memiliki gerakan yang sangat lincah, dan lebih suka memukul lawannya dari arah depan akan tetapi mudah kehilangan tenaga karna terlalu banyak gerak. Di Thailand sendiri ayam ini terkenal dengan nama mai dien.
3. Teknik Kunci Pukul
Gaya bertarung seperti ini sangat ditakuti dan sangat sulit dipukul oleh lawan karena mampu mengunci gerakan kepala dan leher lawan. Caranya adalah menindih kepala dan leher lawan sehingga lawan mengalami kesulitan mencari kepala musuh. Di kalangan, ayam tipe ini disebut ngalungin. Pukulan serong adalah senjata terbaiknya untuk memukul balik lawan. Jika terkena pukulan ini, bagian atas leher dan kepala lawan bisa robek atau bengkak. Di Thailand, ayam aduan tipe ini disebut mai rau.
4. Teknik Pukulan Belakang
Gaya bertarung ayam ini termasuk unik, karena suka menyerang dan memukul lawannya dari arah belakang atau terkenal dengan istilah ngonde. Selain terkenal sangat ampuh dan mematikan, pukulan dari belakang juga sulit diantisipasi lawan. Ketika bertarung, ayam akan masuk dan mematuk kepala lawan, lalu dengan gerakan yang cepat memutar badan dan mematuk kepala lawan dari belakang. Di Thailand, ayam aduan dengan gaya bertarung seperti ini disebut may deo.
5. Teknik Pukulan Teleh atau Janggut
Sebelum melontarkan pukulah teleh, ayam akan memainkan kepalanya di bawah leher lawan. Setelah itu, dari bawah dagu lawan, ia melepaskan pukulan yang sangat keras. Kekuatan pukulan tersebut menjadi dua kali lipat karena tenaga lawan yang bersiap untuk melakukan pukulan ikut tersedot sehingga bebannya menjadi dua kali lipat. Di Thailand, ayam ini disebut mai u.
6. Tekhnik dongkrak
Ayam dengan gaya tarung seperti ini biasanya sering jadi primadona bagi pemula tapi ayam dengan tipe ini akan cepat kehabisan nafas karena gesit dalam bergerak, biasanya tekhnik ini sering di kombinasi dengan patuk sembarang inilah yang biasanya di cari hobies.
7. Teknik Ngoyor/ngawur
Gaya bertarung tipe ini termasuk yang paling buruk, sebab musuh dapat dengan mudah memukul kepala yang sering berada di bawah. Namun, jika posisi kepalanya sangat rendah, musuh akan mengalami kesulitan untuk melakukan pukulan. Ayam dengan gaya bertarung tipe ini hanya memiliki senjata andalan berupa pukulan satu. Jika tidak memiliki pukulan satu yang mematikan, ayam yang di Thailand disebut mai day do ini jarang diminati.
Dan masih banyak tekhnik lain, karena setiap daerah beda pula namanya..
arrtikel ini hanya sebagai gambaran saja,semoga bermanfaat.
sumber
Subscribe to:
Comments (Atom)



